August 29, 2011

Flashback - Winter in Bogor

In the moment when I watched Kungfu Panda 2 (2days ago), winter occurred in Bogor.
Hahaha . . . - impossible (but it was!)
I mean it, even it's not a real snow, it's just a kapok. Kapok everywhere . . .
flyin' in the middle of streets, stuck at the roadsides, and fallin' above the grasses.
Here's some of the pictures that I took that day :

I took it (these pictures) in front of the gate of Bogor Botani Square
See?? hahaa- it's like a snow!!!

it is flying everywhere. . .

It's in the moment when I walked into the bus stop
It just a few of the kapok which fallen down. You must see the next picture is!

WOOOOW . . . it's truly like a snow!
This picture which I took is beside the bus stop (in front of PMI Hospital)

I'm trying to took a nice picture of the kapok trees, but the result just bad.
do you know which one of the trees that's a real kapok trees?
If you saw it closely, there're trees (near from the billboard) which had a rare leafs.
That's the kapok tree!
Actually I had another picture which showed the kapok trees. haha

That's the kapok trees!
Which have a rare leafs and at least only the flowers who left in the trees with their kapok.




# Now Playing : Panah Asmara - Afgan
the real singer is Chrisye (Alm)

Have a nice day!
And Thanks for visiting my Blog

August 27, 2011

Kungfu Panda 2

Gosh!
Finally, the day's come but I want to watch it alone.
Ngga tau deh hari ini. . . . bawaannya pengen keluar rumah.
pe-er. . .just had lot of assignments that need to be done soon, but i just to lazy to do it, soo. . .yaaa~
'am tired of you. GO AWAAAAAAAAAY . . . . . !!
(take a breath - huuuh . . .haaaaah . .. )


Today, the chairs if FULL. No space. 
I sat between a family and a couple. hehe. Because the highest row is filled. That's why I choose to sat in the 'available' chair left that placed between another peoples. 


I love his expression
Many scenes on this movie which could make your stomach (little bit) hurt. Because you'll laughing all the time when you watch the movie. hahha.  But I love the scene when Po trying to remember his past with his parents. The little Po is cuteeeeeeee ~



And a things that make me freeze is there's more Kungfu Panda in the future.
Because at the end of this movie, (in the time when Po realized that his father is not a goose) the real father of Po is still alive (including his mother) and lived with another Panda in the Mountain. Then the last words which shout from Po's real father is "My child is still alive. .".
Hope that I could watch the Kungfu Panda 3 soon 




Have a nice day!
And Thanks for visiting my Blog

August 23, 2011

Tuesday boring (really)

Today?
Huh . . .just staying at home and doing my homework as well.
Boring! = absolutely YES!!
But, I must make it clear today (my homework) because several days later I want to spend my holiday with being a new procrastinator. HA-HA ...
And today, after did my homework and feeling bored, I continued my schedule to drawing!!!
I drew one new short story about 'what I'm doing right now' is :

It's a thing which happened to me today.
But, because I'm fasting, I'm not eat anything today. This picture is a work of my imaginations.
Little bit strange actually. HAHAHA, but it's funny *I think

Actually I was drew some on my note book for 3 days ago.
Here is it :

Both of this pictures I drew at the night in Aug 20th, 2011




Have a nice day!
And Thanks for visiting my Blog

August 22, 2011

unforgettable moment - Iftar with VI-A :)

G-O-S-H !!
I miss my elementary school's friends. . .
It's been 6 years since we haven't met each others. I think some of you wouldn't recognizing me when I stared at you. hahaa. Most of you said that I was slimmer than before. haha (flying) Thank you, thank you, anyway~

at first, Iqbal called me that he'll arrive in Hoka-Hoka Bento at 4pm.
That's why I tried to walk faster than usual. I'm afraid that he'll wait. But the result is he even haven't showed his nose yet when I arrived. 45 minutes later Febby arrived at Hoka-Hoka Bento and not long after it, Renaldy arrived too. Terus semuanya kumpul deh akhirnya! Dan tau ngga sih, Iqbal dateng jam berapa? Jam 5-an, gitu!? Udah jadi 'kerak' gue disitu (bukan berlumut lagi). ngga lama setelah itu, Iqbal ngusulin pindah tempat a.k.a pindah yang tadinya kita diluar jadi didalem gitu. hehe~ Dapet tuh tempat! Lumayan, banyak sih yang dateng. Alhamdulillah ....

Kita semua memutuskan untuk makan diatas dan says, febby, dan zahra yang pesen makannya.
1 kata : Astagfirullah~ (banyak banget maksudnya makanannya yang dipesen. sampe-sampe bingung bawanya gimana) Terus, kita makan dengan khidmatnya. Khidmat disini bukan berarti sunyi senyap tanpa suara ya!? Tapi . . .rameeeee banget! taulah kalian kalau udah lama ngga ketemu temen SD pasti pengennya ngobrol atau gossip atau sekedar basa-basi kehidupan sekarang. Pokoknya orang-orang yang makan satu lantai sama kita sampe ngeliatin (bingung kali ya, makan aja ribut banget). Pas lagi makan, ngga sengaja saya lihat struk dari pembayaran itu makanan. Yang saya inget, kita itu mesen 16 porsi, tapi pas saya hitung-hitung lagi, ternyata yang hadir cuma 14 orang! 




And here some of the pictures that my friends took today...






Have a nice day!
And Thanks for visiting my Blog

August 17, 2011

#duabelasipadua

Ini pertama kalinya gua pulang malem (banget).
Alasan pulang malem hari ini, karena . . .dikelas yang baru ini (XI IPA 2) ngadain acara buka bareng. Sebenernya ini termasuk acara yang bisa dibilang dadakan, tapi akhirnya berhasil juga. hehe

Awalnya kita bakalan makan di Man Jabal.
Eh, taunya ngga jadi. akhirnya kita makan di tempat nasi uduk sebrang kolam renang sekolah. abis makan di tempat itu, saya nge-request sama paketu biar sholat maghrib dulu sebelum ngelanjutin main lagi. akhirnya, kita cus ke sekolah pake mobil salah satu anak kelas!

Sampai disekolah. . .
ada yang pakai mushola buat taraweh warga sekitar, terus karena waktu itu udah mepet banget sama waktunya sholat isya, alhasil saya barengin deh itu sholat maghrib sama isya *tenang . . ~ biar bisa main dengan enak udah gitu. hahaha. Akhirnya kita (lebih tepatnya anak-anak cowok) memutuskan untuk nyalain petasan di sempur. soalnya bisa terbilang jauh dari mushola atau masjid. Jadi bisa nyalain petasan gede-gede deh.

Nyampe di Sempur, saya sama temen-temen langsung beli petasan deh.
lagi-lagi geng komedi di kelas langsung pada ngelawak, sebut aja Tedi, Temon sama Komeng. lawak-an mereka jayus, tapi yahud. jujur, tiap mereka ngelucu (mau itu garing or even cheesy) saya pasti ketawa. terus, pas anak-anak lagi pada ngobrol bikin lingkaran gitu, salah satu anak kelas ada yang ngelemparin sesuatu ketengah-tengah lingkaran yang dibuat sama kita-kita. And you know what is it? PETASAN MAN! Gimana para anak cewek ngga shock coba?! Mereka awalnya ngga tau apaan itu, tapi kok lama kelamaan sedikit panas ya, ya udah salah satu temen gua yang cewek (sebut aja dia Indah) ngeliat ke arah bawah kakinya dan dia langsung ngejauh sambil ngejerit (bisa bayangin kan??) karena gua ngga termasuk mereka yang kena, jadi gua sedikit lari kecil sambil ketawa.

Pokonya seru banget deh, hari ini.
Makasih ya, XII IPA 2.
Alhasil, saya pulang malem (banget) for entire my my life.
At 9.30pm I'm arrived home and continued sleep. HA-HA~




Have a nice day!
And Thanks for visiting my Blog

The Independence day of Indonesia



Hurray!
Today is The Independence Day of Indonesia. yuhu~
Although it's a national holiday too, but as a students we should did a flag ceremony in our school. And this year, The Independence Day of Indonesia is fall in the fasting month, so the usual games that we played every year in these day, we canceled it. Because the games that we usually play is eating 'kerupuk a.k.a crackers', sack races, tug of wars, 'panjat pinang' a.k.a climbing nuts, and many more . .

And today, I went to school to did a flag ceremony in our field.
It's a huge field in Bogor-Indonesia. The teachers said, the only one school who had a huge field is only my school. So, I'm a bit proud of it. hehe. I'm almost late today to came to school. The teacher said, we must arrived there at 6.45am and in that time, I'm still at home. But, I'm arrive in school at 7 o'clock - huh~ I'm safe.

Ir.Soekarno and Drs. Moh. Hatta as the Indonesian Proclaimer Figures.
Both of them is the person who makes Indonesian's Independence like today. Indonesian always say "Thank you." to both persons, because we could take a breath and not fettered by the colonizer. HAPPY 66th for Indonesia . . !!

And an Eagle as a sign of our country basis

At Aug 18th, 1945. This the Indonesia country basis has been made.
Here's the Indonesia country basis :

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia



# Now Playing : Ost. Speedy Scandal

Have a nice day!
And Thanks for visiting my Blog

August 16, 2011

biasa (aja)

Hari ini. . . biasa aja sih.
Ngga ada sesuatu yang terjadi yang membuat emosi saya naik-turun kaya jet coaster (zzz).
Pokoknya hari ini tuh pelajaran yang bikin deg-degan itu . . . B.Indonesia dan B.Inggris. Entah kenapa, kalau udah denger mata pelajaran 2 biji ini nih, Astagfirullah . . ~ (sambil istigfar) jadi gimana . . .,gitu. Kurang gimana . . .,gitu. Tapi sebenernya sih asik banget ini pelajaran *tergantung mood gurunya juga sih. kalau lagi cageur mah enak. , kalau lagi emosi, Ya Allah . .deg-degan natap matanya juga. hehe

Pelajaran pertama, diisi dengan pelajaran mateMATIka.
Nah, gue lagi 'kesemsem' nih sama mateMATIka. hahaa. mungkin pas awal-awal aja kali ya, gue suka sama dia, mungkin kalau nanti gue nemu masa sulit bareng dia, gue pasti langsung give up terus tidur. zzz. Pokoknya, selama latihan mate, gue bisa deh! Mau mate, kimia, fisika (pssst~ bukan menyombong) otak gue nih lagi (bisa dibilang. . .) gampang lah buat terima materi dari mereka semua. Ya Allah . . ,bersyukur banget. Tapi, kalau sekalinya Ulangan Harian (?!) nilainya langsung drop deh. Sedih banget-lah gue.

Pelajaran kedua, diisi dengan pelajaran Olahraga (mestinya).
Tapi karena Bapaknya ngga masuk sekolah (anaknya juga ngga hadir dikelas-ngga penting juga sebenernya ngasih tau yang satu ini), jadi diisi dengan pelajaran BK. pada tau kali ya, apaan BK itu~
Ibunya sih cuma ngejelasin tentang Universitas Negeri yang diminati tahun ini. Banyak banget persaingannya. Tapi. . ,SEMANGAT UTHA!!!! yuhu~ Intinya mah, pelajaran Olahraga yang mestinya kosong, jadi ada yang ngisi aja. hehe

Pelajaran ketiga, diisi dengan pelajaran B.Indonesia.
HAHAHA . . . today is full of laugh with Indonesian Teacher. It's great!! I love the atmosphere in my classroom. We laughed hard when the lesson still running and the point of Indonesian Language Lesson for today is . . ,she didn't teaches us. HURRAY! all of my friends, yelled it out. She said, the atmosphere in the fasting month is different. It makes people lazy to do anything. That's why she delay our study and she gave us a lot of homework. The homework started from page 9 through 24. G-O-S-H-!-! She said it's a gift from her (umm . . like a present for Idul Fitri a.k.a THR dari Ibu Bahasa Indonesia).

Pelajaran keempat, diisi dengan pelajaran B.Inggris.
Ummm . . I made (a huge) mistake today. I bring a wrong material to school. The teacher said, it's okay at first. But then, she said could you use your phone to browse a new information? I answered it quickly as I thought, No, I couldn't ma'am. That's the problem. The fee is too expensive for me. I should pay IDR 5 per kilobyte. I used Telk***** as my phone operator. She replied, Okay. Just use your first material (sambil menghela nafas dan mengucapkan Alhamdulillah . .) so I continued my writing till the bell rang in the middle of noon.

Kemarin nih (ceritanya) saya iseng-iseng pindahin channel TV pas habis pulang sholat tarawih. Terus, nemu film dimana saya kenal saama muka artisnya.
Film Korea yang saya fikir itu ngga serem-serem amat. Taunya?! Ngagetin doang~ *haha, sok banget gue! Udah gitu ngga ada yang mau nemenin nonton lagi! Kakak gue, dikamarnya ; Ibu lagi bikin pesenan coklat ; Ayah lagi duduk di ruang tamu. lengkaplah sudah kemarin saya nonton film horror itu sendirian dan ending-nya ngegantung banget. . . !!! ngga ngerti deh akhirnya itu arwah udah ilang apa belom, yang jelas mah arwahnya itu masuk ke dalam tubuh temennya yang ngebunuh sahabatnya yang ternyata dia setannya.


 
Have a nice day!
And Thanks for visiting my Blog

August 15, 2011

Synopsis of Sitti Nurbaya

Sitti Nurbaya

Pengarang        : Marah Rusli
Penerbit            : Balai Pustaka
Tempat Terbit   : Jakarta
Tebal                : 334 halaman
Peran               : Sitti Nurbaya, Samsulbahri, Datuk Maringgih, Baginda Sulaeman, Sutan Mahmud, Pak Ali,


Ringkasan cerita :

Anak laki-laki bernama Samsulbahri yang akrab dipanggil Sam ialah anak Sutan Mahmud Syah, Penghulu di Padang yang memiliki pangkat dan berbangsa tinggi. Yang nantinya akan meneruskan sekolah ke Sekolah Dokter Jawa di Jakarta. Serta temannya Sitti Nurbaya yang akrab dipanggil Nur ialah anak Baginda Sulaeman, seorang saudagar kaya di Padang yang mempunyai beberapa toko yang besar, kebun yang amat luas, serta beberapa perahu di laut untuk perdagangannya melalui lautan. Mereka sangat karib seperti adik dan kakak saja. Tak lupa juga seorang lelaki yang telah beruban dan jelas tidak remaja lagi namun sehat, kukuh, badannya masih sempurna, ialah Datuk Maringgih. Seorang saudagar Padang yang termasyhur kayanya sampai ke negeri lain. Pada saat itu tiada seorang puny ang dapat melawan kekayaannya ini. Siapakah yang tidak mengenalnya? Sampai ke Singapura dan Melaka, Datuk Maringgih diketahui orang. Memang Datuk Maringgih orang yang kaya, tapi tiadalah ia berbangsa tinggi.

Pada suatu malam, Sam mengajak Nurbaya untuk pergi ke Gunung Padang bersama teman-temannya, Bakhtiar dan Afirin. Nurbaya pun mengiyakan ajakan Samsulbahri. Lalu pergilah mereka pada hari yang ditentukan ke Gunung Padang. Gunung Padang tingginya kira-kira 322m, ialah ujung sebelah utara gunung-gunung rendah yang memanjang dari sebelah selatan kota Padang. Disana, ketika mereka sedang beristirahat sejenak, Bakhtiar diserang oleh kerea-kera karena berebut makanan. Karena peristiwa ini, pergilah mereka ke rumah peristirahatan di dekat gunung untuk melanjutkan makan mereka yang tertunda. Ditempat inilah Sam berkata pada Nurbaya bahwa dia akan pergi ke Jakarta, 3 bulan yang akan datang.

Hari dimana Sam akan pergi ke Jakarta pun tiba. Tidak hanya Sam yang akan pergi melanjutkan sekolahnya ke Jakarta, namun Bakhtiar dan Arifin juga melanjutkan sekolah ke Jakarta. Berkumpulah mereka didalam sebuah rumah untuk mengadakan acara perpisahan. Ketika Nurbaya hendak pulang ke rumahnya, Sam mengatakan bahwa ia akan mengantarnya pulang ke rumah. Tak lama kemudian, sampailah mereka di pekarangan rumah Nurbaya. Lalu duduklah mereka di bawah pohon tanjung yang rindang di dalam rumah Nurbaya. Ditempat ini pulalah Samsulbahri menyatakan rasa sukanya kepada Nurbaya selama ini, dan berjanji sehidup semati.

Tak lama Sam bersekolah di Jakarta, diterimanyalah sepucuk surat dari Nurbaya kekasihnya. Isi surat itu adalah kabar bahwa Nurbaya telah dipersunting oleh Datuk Maringgih dikarenakan untuk melunasi hutang ayahnya. Diceritakannya dalam surat itu bahwa ketiga toko yang dimiliki ayahnya ludes terbakar si Jago merah, Kapal yang biasa mengangkut barang dagangan karam di lautan, serta yang lebih terkejut lagi adalah tidak berbuahnya pohon kelapa milik ayahnya. Lalu, Baginda Sulaeman meminjam uang kepada Datuk Maringgih bermaksud untuk memulai usaha yang telah ia miliki selama ini, karena tidak bisa membayar hutangnya Datuk Maringgih berniat akan menyita semua barang yang Baginda Sulaeman miliki dan akan dimasukkannya Baginda Sulaeman ke dalam penjara pula, kecuali Nurbaya menjadi istrinya. Awalnya Nurbaya tidak ingin menjadi istri Datuk Maringgih ,namun karena tidak ingin melihat ayah masuk ke dalam penjara, maka maulah iya dipersunting Datuk Maringgih menjadi istrinya.

Setahun sudah lamanya Sam tak pulang ke Padang, menjelang puasa kali ini datanglah Sam ke rumahnya di Padang. Setelah bertemu dengan kedua orang tuanya, pergilah ia ke rumah Nurbaya bermaksud untuk menjenguk Baginda Sulaeman yang telah terbaring sakit. Tak lama Samsulbahri sampai dirumah Baginda Sulaeman, datanglah Sitti Nurbaya. Maka bertemulah keduanya disitu. Pada malam harinya, duduklah mereka dibawah pohon dimana mereka terakhir bertemu dan mengucapkan janji sehidup semati. Tanpa mereka sadari, gerak-gerik mereka sedang diawasi oleh Datuk Maringgih dan para pendekarnya dari balik semak. Ketika mereka sedang asyik memadu kasih, karena tak tahan menahan rindunya, merekapun berciuman. Pada waktu itu, tertangkap basahlah mereka oleh Datuk Maringgih dan dipukulah Sam dengan menggunakan tongkatnya namun tidak mengenai Sam. Maka, tersungkurlah Datuk Maringgih. Dengan segera Samsulbahri menendangnya dan karena kesakitan teriaklah Datuk Maringgih meminta tolong. Keluarlah Pendekar Lima dari persembunyiannya.

Melihat Pendekar Lima bersenjatakan Keris ditangannya, teriaklah Sitti Nurbaya. Terikan Nurbaya itu terdengar oleh para tetangga dan Ayahnya yang sedang sakit. Datanglah para tetangga ke arah suara teriakan tadi dan terperanjatlah Baginda Sulaeman mendengar suara anaknya pula. Takut-takut Nurbaya terkena bahaya. Karena kurang hati-hati berjalan, saat akan menuruni anak tangga jatuhlah ia dan seketika Baginda Sulaeman meninggal dunia. Mengetahui hal itu, Sitti Nurbaya amat sedih dan berkatalah Datuk Maringgih bahwa semua itu kesalahan Nurbaya. Mendengar hal itu, geramlah Nurbaya dan mengatakan bahwa Datuk Maringgih lah yang telah membunuh ayahnya. Tatkala ayahnya jatuh miskin, pura-puralah ia menolongnya dengan meminjamkan uang tetapi maksud sebenarnya adalah untuk menjerumuskan ke dalam jurang yang lebih dalam dan Nurbaya pun mengusir Datuk Maringgih. Mendengar perkataan Nurbaya yang begitu adanya, Datuk Maringgih pun berpesan “Tunggulah!”. Datuk Maringgih pun mencari akal bagaimana cara membunuh Sitti Nurbaya.

Begitu mendengar bahwa anaknyalah yang menyebabkan kericuhan malam itu, marahlah Sutan Mahmud dan mengusirnya pergi. Keesokan harinya kira-kira pukul lima pagi, pergilah Sam ke Teluk Bayur lalu naik kapal yang berlayar ke Jakarta.

Sepeninggal ayahnya, Nurbaya tinggal di rumah saudaranya, Sitti Alimah di kampung Belantung. Ketika mereka sedang berbincang, terperanjatlah Alimah melihat ada orang yang sedang memata-matainya dari bawah jendela. Lalu, dengan segera dikuncinya jendela itu dan langsung menghampiri Nurbaya yang sedang memandangi foto Samsulbahri. Alimah pun menyarankan Nurbaya agar menyusul Sam ke Jakarta. Dikirimkannya lah sepucuk surat kepada Sam yang memberitahukan kedatangan Nurbaya ke Jakarta. Berangkatlah Nurbaya ke Jakarta bersama Pak Ali pada hari yang telah ditetapkan. Setelah naik ke atas kapal, mereka mencari tempat bersembunyi di dekat Kapten Kapal kalau-kalau terjadi apa-apa nanti, mudah untuk mengabari Kapten Kapal. Tanpa mereka sadari, mereka diikuti oleh Pendekar lima ke dalam perahu yang ia naiki. Dipertengahan pelayaran menuju Jakarta, terjadilah ombak besar yang membuat seisi penumpang kapal ricuh. Pendekar Lima pun menggunakan kesempatan ini untuk membunuh Nurbaya dengan cara dibuangnya ke Lautan.

Setelah Pendekar Lima mengetahui persembunyian Nurbaya, ditariknyalah tangan Nurbaya dan berteriaklah Nurbaya sekuat-kuatnya agar dapat ditolong oleh orang lain. Pingsanlah Nurbaya seketika itu. Karena takut ketahuan orang banyak, maka dilepaskannya Nurbaya dan mereka kembali bersembunyi. Mengetahui hal itu, segeralah Pak Ali membawa Nurbaya ke suatu ruangan agar dapat perawatan. Tak lama kemudian merapatlah kapal itu di pelabuhan. Segeralah Samsulbahri mencari Nurbaya. Pada saat itu juga datanglah seorang Polisi mencari Nurbaya. Polisi ini mengatakan bahwa ia mendapat surat tugas dari Padang yang menyatakan bahwa Sitti Nurbaya melarikan diri dengan membawa barang-barang milik suaminya. Samsulbahripun mengetahui pada itu hanyalah akal busuk Datuk Maringgih saja. Ia meminta kepada Polisi agar Nurbaya dirawat dulu di Jakarta sampai ia sembuh, lalu boleh dibawanya Nurbaya ke Padang untuk menyelesaikan perkara ini. Polisi pun menyetujuinya.

Keadaan Nurbaya pun semakin membaik, maka berangkatlah ia ke Padang untuk menyelesaikan perkara ini. Dan terbukti memang Nurbaya tidak bersalah. Karena sudah tidak memiliki saudara di Padang, tinggallah ia bersama Alimah lagi. Pada suatu malam, terdengarlah suara penjual kue di daerah rumah Alimah. Karena merasa ingin memakan kue, maka dibelinyalah kue lemang, 4 buah banyaknya. Langsung dimakanlah lemang itu, namun karena merasa tidak lapar, Alimah hanya memandangi Nurbaya saja yang sedang asyik memakan lemang. Tak lama setelah dilahapnya lemang-lemang itu, Nurbaya merasa pusing dan tertidurlah ia dibawah pijitan Alimah. Terperanjatlah Alimah melihat bahwa saudaranya telah tak bernyawa lagi. Diguncangnya tangan, badan, serta kaki Nurbaya supaya bangun, namun Nurbaya tidaklah memberi tanggapan apa-apa. Ketika Ibu Samsulbahri mendengar tentang perihal Nurbaya ini, mendadak meninggalah ia pula diwaktu yang sama.

Samsulbahri mendapatkan 2 buah surat kawat dari Padang,yang pertama berisikan tentang kabar meninggalnya Ibunda dari Sam sendiri, surat yang kedua berisikan kabar tentang meninggalnya Nurbaya. Setelah membaca isi surat itu, jatuhlah ia pingsan. Ketika ia telah sadar, diambilnya kertas dan pena lalu ditulisnya sepucuk surat untuk Ayahnya serta teman-temannya, yang berisikan bahwa ia akan menyusul Nurbaya dan Ibunya ke alam baka. Ia pun berniat mengirimkan surat itu ke kantor pos, sekaligus melaksanakan rencananya untuk mengakhiri hidupnya itu. Sesampainya ke kantor pos Samsulbahri minta berpisah dengan Arifin dengan alasan bahwa ia hendak pergi ke rumah seorang tuan yang telah dijanjikannya. Arifin memperkenankannya, tetapi tanpa diketahui Samsulbahri, ia menikuti gerak-gerik sahabatnya itu, karena mulai curiga akan maksud sahabatnya itu.

Pada suatu tempat di kegelapan, Samsulbahri berhenti dan mengeluarkan pistolnya,  kemudian menghadapkan ke kepalanya. Melihat itu Arifin segera berteriak. Karena teriakan Arifin itu, peluru tidak mengenai sasarannya. Akhirnya kabar tentang seorang murid Sekolah Dokter Jawa Di Jakarta yang berasal dari Padang telah bunuh diri itu tersiar kemana-mana melalui surat kabar. Kabar itu sampai di Padang dan di dengar oleh Sutan Mahmud dan Datuk Maringgih.

Sepuluh tahun sepeninggalan Sam, terjadilah bentrok di Padang mengenai masalah belasting. Seorang Letnan dan temannya ditugasi untuk meredakan bentrokan itu. Letnan itu bernama Letnan Mas dan seorang temannya bernama Letnan Yan van Sta. Sebelum bentrokan ini terjadi, pergilah Letnan Mas ke makam Nurbaya dan Ibu Sitti Mariam (Ibunda Samsulbahri). Dalam bentrokan itu bertemulah Letnan Mas dengan Datuk Maringgih yang termasuk sebagai salah satu pemimpin pemberontak itu. Setelah bercekcok sebentar, Letnan Mas berkata bahwa ialah Samsulbahri. Lalu ditembaklah Datuk Maringgih olehnya. Tetapi sebelum meninggal, Datuk Maringgih masih sempat membalasnya. Diayunkan pedangnya kearah kepala Letnan Mas yang menyebabkan ia terjatuh. Ia terjatuh di atas timbunan mayat, yang antara lain adalah mayat Pendekar Empat dan Pendekar Lima. Kemudian Letnan Mas pun diangkut ke rumah sakit. Karena dirasakannya bahwa ia tak lama lagi hidup di dunia ini, maka Letnan Mas minta tolong kepada dokter yang merawatnya agar dipanggilkan penghulu di Padang yang bernama Sutan Mahmud karena dikatakannya ada masalah yang sangat penting.

Setelah Sutan Mahmud datang, Letnan Mas pun berkata kepadanya bahwa Samsulbahri masih hidup dan sekarang berada di Padang untuk meredakan pemberontakan, tetapi kini ia sedang dirawat di rumah sakit karena luka yang dideritanya. Ia juga berkata bahwa Samsulbahri sekarang bernama Mas, yakni kebalikan dari kata Sam, dan berpangkat Letnan. Akhirnya disampaikan pula kepada Sutan Mahmud Syah, bahwa pesan anaknya kalau ia meninggal, ia minta di kebumikan di gunung Padang diantara makam Siti Nurbaya dan Siti Mariam. Setelah berkata itu, maka Letnan Mas meninggal.

Kemudian, Sutan Mahmud bertanya kepada seorang dokter tentang seorang Letnan yang bernama Letnan Mas, barulah Sutan Mahmud mengetahui bahwa yang baru saja meninggal itu adalah anaknya sendiri, yakni Letnan Mas alias Samsulbahri. Kemudian dengan upacara kebesaran, baik pihak pemerintah maupun dari penduduk Padang, dinamakanlah jenazah Letnan Mas atau Samsulbahri itu diantara makam Siti Mariam dan Siti Nurbaya seperti yang dimintanya.

Sepeninggal Samsulbahri, karena sesal dan sedihnya maka meninggal pula Sutan Mahmud beberapa hari kemudian. Jenazahnya dikebumikan didekat makam isterinya, yakni Siti Maryam. Dengan demikian di kuburan gunung Padang terdapat lima makam yang berjajar dan berderet, yakni makam Baginda Sulaeman, Siti Nurbaya, Syamsul Bahri, Siti Maryam dan Sutan Mahmud. Beberapa bulan kemudian berziarahlah Arifin dan Baktiar telah lulus dalam ujiannya sehingga masing-masing telah menjadi dokter dan opzichter.

August 10, 2011

Horrible day is started now

Yesterday . . . (sambil ISTIGFAR)
Is the hardest day in this week, friends. Actually, today is like that too.
Yesterday, there's Indonesian subject and English subject. Nowadays, I hate those subjects in my life in the last Grade. I don't know the reason for English subject, but for Indonesian subject, I have my own reason for it. But, I won't exposed it. hahaa. Yesterday I made my character for my narrative text. My Genre is Fable. It talked about a forest. wanna see my drawing is?


Here the name of my characters (left-right) :
Squirelman, Sweetbuns, Du Rara, and Mr. Rabbito
My story is talked about a forest that will be destroyed by Squirelman. But, Du Rara saved the forest especially her Apple's tree house from Squirelman. She made an agreement with Squirelman, and their agreement sounds like : "There's another forest near here, you might build your market. Because you don't have to cut any trees. The trees is rarely there." and Squirelman said "OK." Here's the Apple's tree house look like :


I knew it's not like another tree house. But, I like it.
This tree house have a small lift too. My imagination is too much to be poured.
And if we mix it together, it will look like this :




Most of my closest friends in school said that they'll come to my house to celebrate my birthday on this saturday. but I said, don't you dare to come over to my house because I'll go outside with my parents. trust me. but they think, I did a white lie. aaargh~ It's true that I'll go outside in that night. Because I planned it from several days before my birthday come.
sorry, I'm not trying to reject all of you.

HOREEE . . .!
Nazaruddin akhirnya ketangkap juga. Alhamdulillah banget.
terus sempet ngobrol gitu sama ayah. 
Ayah bilang, "Kasihan banget itu orang mbak."
Gua jawab, "Ngga kasihan-kasihan amat utha mah yah. Biarin deh dia ditangkep. Niat pergi ke Columbia buat bersembunyi, tapi malah ketangkep juga. Masuk ke jurang yang sama untuk ke 2kali nya deh. Nah, sekarang kan dia udah ditangkep nih, tinggal beresin deh masalah dia. Pasti banyak banget orang yang terlibat."
Ayah kekeuh, "Iya, kasihan banget ya mbak."
(okay, ayah selalu benar)




Have a nice day!
And Thanks for visiting my Blog