February 22, 2011

Seorang nenek

Cerita ini sebenarnya terjadi pada Hari ini, tepat pukul 2.10pm.
Saya melihat seorang nenek sedang berjalan dengan ketiga orang cucunya kearah terminal angkot. Ingin rasanya menolong nenek itu. Membantu membawakan barang belanjaan yang begitu banyak ditangan para cucunya. Dengan tas dipunggungnya, cucu yang paling besar (laki-laki) menjinjing sebuah sawi yang bisa dibilang cukup besar, cucu yang kedua (perempuan) menjinjing sebuah tas yang besar, serta digendongnya seorang cucu oleh sang nenek. Lengkaplah sudah sebuah keluarga kecil yang tak lengkap namun menyenangkan. Saya fikir, nenek itu baru saja menjemput kedua cucu nya dari sebuah sekolah dasar di Bogor, yaitu SDN Pabrik Gas.

Miris banget ngeliatnya.

Lalu saya membayangkan bagaimana bila itu terjadi pada nenek saya atau ibu saya?
Usia telah lanjut, namun tetap harus bekerja cukup berat. Menjemput kedua cucunya, berbelanja, serta menggendong seorang balita. Aduh, sedih banget kalau ngebayanginnya.
Pengen bantu sebenarnya tadi tuh, tapi berhubung saya udah kebelet pengen ke Toilet, alhasil saya langsung naik ojek dan hanya memandangi nenek itu saja.

Semoga nenek itu hidup dengan bahagia di zaman yang sudah semakin tidak terkendali ini.
Amin. . .


Cukup sekian cerita dari saya hari ini, dan Terima Kasih telah mengunjungi Blog saya.

No comments:

Post a Comment